Jumat, 30 Agustus 2013

From A to Z

Kau berpaling dariku, punggungmu di hadapanku
Berjalan dalam diam, tanpa kata…
Hati kian bergetar kelu, bagai teriak anak bisu
Jangan pergi, jangan pergi, hei…

Memunggungi dirimu, ku berjalan tinggalkanmu,
Sebelum air mataku merebak
Bohong bila ku t’lah katakan kebahag’iaan t’iada guna,
Seakan teguh, ku melepas impian masa depan…
Mustahil kuharap lagi…

Rasa menghimpit dalam hati, dalam ruang kecil ini
Dalam dada, bekas luka kembali terbuka
Menit dan detik terlewatkan, kian lama kurasakan

Andai terlewat bersamamu…

Tidakkah dunia ini membiarkanku memiliki harapan?
Satu kebohongan ‘kan melepas semua
Untaian air mata mengalir darimu
Tak bisa ingat lagi, jejak dosa dariku selama ini
Seperti memegang tanganmu
Berdiri di sampingmu, lalu memberi senyuman lembut

Tiap kali mengambil kini, s’lalu, merasa membu’ang yang lalu
Tak terhingga, sem’ua waktu, ingatan yang ada
Dulu aku pernah menyerah, memilih tenggelam dalamnya
Menghilang ku dari ingatan darimu

Ah, ingin kembali seperti semula
Apakah ini awalnya… atau justru akhir…?

Ketika ku terlelap, di tempat tidur lebar lewati malam
Bermimpi tanpamu, hanya sendirian
Mimpi dimana aku ikuti ingatan
Tak bisa ingat lagi, jejak dosa dariku selama ini
Seperti memegang tanganmu
Berdiri di sampingmu, lalu memberi senyuman lembut

Bila bisa terbalaskan dengan kesepian,
Tolong ingatlah aku dalam ingatanmu.

Ingin kita bertemu lagi, dengan perasaan s’perti ini,
Tangan kita, ‘kan terjalin
Namun setelah “Sampai jumpa”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar